Baru saja kita rayakan pergantian tahun 2016 ke 2017 sudah
barang tentu menjadi momen dimana para bobotoh beresolusi banyak harapan dibenak
kita yang selalu setiap tahun kita ucapkan. tapi da intinamah selalu ingin
lebih baik dan lebih baik lagi dari sabelum na.
Persib bandung tim kebanggaan kita bersama pada tahun
2016 memang membuat kita Loba Ngahelas.
melalui musim yang begitu penuh intrik tapi kismin taktik terutama saat di
latih sang kebanggan dehan antonik. Beliau mampu membius kita dengan lisensi
yang dimiliki. Permaenan monoton ala ala bringka.
bringka kditu bring kadieu.. hayuh weeh abring-abringan .. mun deket mah rek
ditanya.. “bade kamarana jang..?” bakating ku pusing ningali.
Mungkin
itu hanya sekelumit karujit dari sebagian bobotoh persib. melihat persib
terseok seok diawal turnamen sampai akhirnya Dejan out bergemuruh dan
digantikan pak Djanur untuk kembali menahkodai Persib. Lambat laun performa
persib mulai menanjak hingga akhir nya mmpu finis di posisi 5 besar klasemen.
Satu tempat yang cukup membanggakan menurut saya.
Tahun baru harapan baru... setelah turnamen kopi
tor***ka bentukan dek tisha berakhir persib mulai berbenah pemain yang tak
berkontribusi dan tak memliki banyak menit bermain akhirnya di lepas
manajemen. Sebut saja Rudi Goool dan Princes
Yandi juga pemain pemain lain macam Rahmat Hidayat dan David Bekeum Lelay.. harus
angkat koper dari Bandung pun demikian dengan dengan Rebertino Pugliara..
pemain asing asal argentina ini akhirnya harus angkat kaki dari bandung.
Akan tetapi dari sederet pamain yang sudah jelas nasibnya
masih ada yang mengantung. Adalah Marcos Abel Flores pria flamboyan asal
argentina yang baru bergabung pada
pertengahan musim nyatanya mampu mengangkat performa tim dan memberikan kontrIbusi
positif bagi permainan Persib Bandung. Tanpa mengesampingkan kerja tim dan
pemain lain Marcos memang dirasa menjadi pembeda.
Sikap manajemen dan pelatih terkesan gamang dalam memutuskan
nasib flores. Bingung, galau, ada rasa yang tak biasa saat mau mempertahankan
atau bahkan mencoret flores dari daftar skuad 2017 ini rasa nya sudah menjadi
masalah klasik pada manajemen PT PBB. Dimana kegalauan ini tentu akan manjadi
menjadi bumerang manakala pemain incaran pengganti flores tidak lebih baik atau
bahkan lebih buruk kualitas permainannya. Ulah sampe pipilih menang nu lewih
atuh sib.
Tim sekelas persib seharusnya berani dan konsisten
dalam mengambil keputusan termasuk dalam kebijakan belanja pemain. Kudu saklek ulah unggut kalinuan ulah gedag
ka anginan. Lepaskan lah bila memang
kurang maksimal dan pertahankan bila memang berpengaruh baik terhadap tim.
Jangan di gantung... jangan di buat gamang. itu sakit sib.. sakiiitt.
Bila marcos masih dirasa memiliki banyak kekurangan.
Mangapa tak saling melengkapi.. bukan kah Persib itu sebuah tim dimana mereka
saling melengkapi dan mengisi ruang ruang kosong untuk mnjadi sebuah
kesebelasan yang tangguh di medan laga.
Persib juara
Penulis Beralamat Di
Malausma
Komentar
Posting Komentar